Resign itu adalah hal yang biasa
ditemukan dalam lingkungan kerja sebab menjadi salah satu cara untuk
meregenerasi perusahaan. Tapi, yang menjadi masalah adalah kita yang bertindak
sebagai karyawan. Kebanyakan orang akan memilih resign karena mendapat
pekerjaan yang lebih baik, lebih dekat, atau terlihat lebih menjanjikan. Kalau
kita ingin resign kerja tanpa ada pekerjaan yang lebih baik sebaiknya jangan.
Itu sama halnya kita bunuh diri, kenapa saya bilang bunuh diri karna menurut
sebagian orang nyari kerja dijaman sekarang itu susah. Kalau menurut sebagian
orang susah itu berarti menurut sebagian orang lagi mencari pekerjaan itu
gampang? Iya benar sekali. Kalau kita sudah tau tips dan trik mencari kerja
pasti akan gampang. kita lanjutkan pembahasan kita tentang resign kerja.
Sebenarnya, sudahkah kita menghitung
dengan benar untung ruginya kalau resign kerja? Nah, kali ini, ayo kita bahas
mengenai hal apa saja yang perlu kita pertimbangkan sebelum memutuskan untuk
resign kerja.
Jaminan kesehatan
Perkataan bahwa sehat itu mahal masih berlaku sampai sekarang lho.
Kenyataannya, kita bisa melihat ada banyak orang yang mengalami kebangkrutan
hanya karena ia mengeluarkan banyak uang untuk pengobatannya.
Inilah sebabnya jaminan kesehatan jadi penting buat kita. Coba kembali di
cek, apakah di perusahaan yang baru nanti memberikan jaminan kesehatan? Seberapa besar jaminan
kesehatan yang akan kita terima? Cari tahu dengan jelas, apakah keluarga juga
akan menikmati jaminan kesehatan ini?
Apalagi, biasanya, perusahaan baru akan memberikan jaminan kesehatan
setelah kita diangkat menjadi karyawan tetap. kalau posisi kita di perusahaan lama sudah tetap dan sudah mencakup jaminan kesehatan
sementara di perusahaan yang baru kita belum dapat jaminan
kesehatan, maka pastikan kalau kita sudah ikut tergabung dalam jaminan
kesehatan lain di luar perusahaan, misalnya dengan ikut bpjs.
Tunjangan
Tunjangan seperti makanan, transportasi,
hari raya, atau gaji ke tiga belas juga bisa menjadi pertimbangan kita saat
memutuskan untuk resign. Ada banyak perusahaan yang tunjangannya justru lebih
besar dibandingkan dengan gaji pokok.
Yang paling penting, jangan sampai kita salah
hitung. Pertimbangkanlah biaya hidup kita dengan gaji yang akan di dapat nanti.
Pastikan kalau resign adalah cara kita untuk meningkatkan kapasitas dengan
karir yang lebih baik, bukan justru membuat kita semakin merugi dan hancur dengan salah hitung pendapatan dengan biaya
pengeluaran.
Dana pensiun
Hal yang paling jarang diperhatikan oleh orang banyak, tetapi justru
menjadi hal yang paling penting. Perihal keuangan, kita nggak bisa hanya
membuat perencanaan setahun atau dua tahun yang akan datang. Perencanaan
keuangan yang baik biasanya cenderung berjangka panjang.
Apakah perusahaan tempat kita bekerja, atau tempat baru nanti menyediakan
dana pensiun? Jangan sampai kita pensiun nantinya dengan tangan kosong, ya. Tentu saja kita tidak mau menyusahkan anak
cucu kita di hari tua nantinya bukan?
Setelah pertimbangan tersebut, ada satu hal lain yang perlu
kita persiapkan, yaitu:
Dana darurat
Dana darurat merupakan uang yang kita kumpulkan untuk dipakai pada
saat-saat darurat, seperti handphone yang rusak atau mendadak harus merenovasi
rumah. Intinya, dana darurat ini adalah uang yang nggak boleh kita otak-atik
kecuali pada saat-saat genting.
Buat jumlahnya, menurut CNBC, ada baiknya dana darurat berjumlah 3 kali
jumlah pengeluaran untuk kita yang tidak punya tanggungan sama sekali.
Sementara kalau buat kita yang punya tanggungan, kita harus mempersiapkan
setidaknya 6 kali jumlah pengeluaran.
Satu hal yang perlu kita ingat adalah, kita resign untuk melebarkan sayap
karir kita, bukan hanya sekedar jumlah yang akan kita terima. Untuk resign,
kita perlu mempertimbangkan dengan hitung-hitungan pendapatan yang akan di
terima. Jadi, gimana keputusanmu?
Referensi : cnbc - jawaban.com


This post have 0 komentar
EmoticonEmoticon