Rabu, 12 Desember 2018

author photo


Memilih pekerjaan atau keluarga? Ada beberapa faktor yang membuat kita berada dalam pilihan Kerja atau Keluarga. Ada seorang temen saya yang sudah berkeluarga memilih untuk keluar dari pekerjaannya yang sekarang ini, dengan alasan agar teman saya ini punya waktu lebih banyak untuk dihabiskan bersama keluarga. Bagi dia, waktu itu sangatlah berharga, terlebih saat bersama dengan orang yang terkasih. Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat, baginya kalau tidak menyaksikan anak-anaknya tumbuh karena kesibukan pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, memang ada harga yang perlu kita bayar.
Dan saya yang belum membangun rumah tangga sendiri juga pernah berada dalam posisi tersebut, tentu saja cerita dan permasalahan saya tidak seperti teman saya. Dan berada dalam pilihan itu membuat saya stres. jadi menurut saya ada beberapa faktor yang membuat kita dalam pilihan “Kerja atau Keluarga”. Berikut saya akan sharing dan membagi beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan saat kita berada dalam pilihan tersebut.

Tentukan Prioritas
Kita harus menentukan prioritas kita. Bekerja dengan gaji yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari merupakan salah satu berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Antara pekerjaan dan keluarga kita harus bisa menjaga prioritasnya masing-masing. Tapi kita tetap harus Ingatlah kalau Tuhan selalu menjadi yang pertama (Prioritas Pertama), Setelah itu keluarga, dan pastikan kalau bekerja ada di urutan terakhir.
Pekerjaan yang membuat kita punya sedikit waktu dengan keluarga perlu menjadi pertimbangan. Sebab, kita tahu kalau sebuah hubungan yang baik dijalin berdasarkan komunikasi. Ketidakhadiran kita di tengah-tengah keluarga dapat merusak kedekatan kita dengan anggota keluarga yang lain.
Jika saat ini kita sedang berada suatu kondisi yang mengharuskan kita berada di dalam tengah-tengah keluarga, berusahalan untuk berbicara kepada atasan atau pimpinan. Hal ini agar pihak perusahaan tahu kalau selain pekerjaan, keluarga juga menjadi prioritas kita. Namun tentu saja hal itu tidak mudah, ada atasan atau pimpinan yang tidak peduli dengan urusan kita sebagai karyawan, entah itu keluarga atau yang lain. Waktu kerja ya harus kerja! (Saat itulah saya ingin berbicara kotor) Uppss.. tidak boleh berbicara kotor ya kawan.
Saat kita sudah menjelaskan kepada pimpinan dan pimpinan memberikan izin kepada kita apakah masalah itu selesai? Tentu saja masih belum, kemungkinan akan ada teman kita yang iri hati dan yang akan menjelek jelekan kita atau membanding bandingkan. Ribet ya? Dan itulah kenyataannya, saya sudah pernah mengalaminya.
Dan itulah sebabnya yang harus jadi prioritas kita adalah Tuhan. Karna disetiap permasalahan dan segala problema kehidupan kita, Tuhan akan selalu ada dan menolong kita.

Mencari seorang penasihat
Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada harga yang harus dibayar pada setiap keputusan yang kita ambil, tidak terkecuali dengan pekerjaan. Saat kita berada dipersimpangan antara pekerjaan dan keluarga, mintalah pendapat pasangan, atau orang yang jauh lebih bijaksana. Yang terpenting, kita harus bisa meminta hikmat Tuhan agar bisa menentukan pilihan yang paling tepat bagi kita.
Kalau perlu, ambillah waktu untuk berdoa dan berpuasa. Libatkan pasangan kita atau sahabat yang kita pandang lebih bijaksana dalam hal ini. Dan Pastikan disetiap keputusan yang akan diambil nantinya telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga yang lain.

Mencari pilihan yang lain
Kalau kita memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan, bisa dipastikan pendapatan keluarga juga akan berkurang. Buatlah sebuah perencanaan tentang hal ini sebelum akhirnya berhadapan dengan atasan soal keputusan yang kita ambil.
Buatlah sebuah daftar anggaran yang perlu kita penuhi berdasarkan penghasilan kita kalau memutuskan untuk berhenti bekerja. Pertimbangkan setiap dampak buruk dan baiknya sewaktu kita mencari tuntunan tangan Tuhan.
Bekerja merupakan salah satu panggilan Tuhan dalam kehidupan kita sekaligus sarana untuk membawa kemuliaan bagiNya. Kita tahu Tuhan itu adalah pribadi yang setia. Untuk itu, apapun keputusan kita, pastikan kalau itu benar-benar adalah kehendak Tuhan.


Referensi : joe dan crown.org

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post