Memilih
pekerjaan atau keluarga? Ada beberapa faktor yang membuat kita berada dalam
pilihan Kerja atau Keluarga. Ada seorang temen saya yang sudah berkeluarga
memilih untuk keluar dari pekerjaannya yang sekarang ini, dengan alasan agar
teman saya ini punya waktu lebih banyak untuk dihabiskan bersama keluarga. Bagi
dia, waktu itu sangatlah berharga, terlebih saat bersama dengan orang yang
terkasih. Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat, baginya kalau tidak menyaksikan
anak-anaknya tumbuh karena kesibukan pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga,
memang ada harga yang perlu kita bayar.
Dan saya yang belum membangun rumah tangga sendiri juga pernah berada dalam
posisi tersebut, tentu saja cerita dan permasalahan saya tidak seperti teman
saya. Dan berada dalam pilihan itu membuat saya stres. jadi menurut saya ada
beberapa faktor yang membuat kita dalam pilihan “Kerja atau Keluarga”. Berikut
saya akan sharing dan membagi beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan saat
kita berada dalam pilihan tersebut.
Tentukan Prioritas
Kita harus
menentukan prioritas kita. Bekerja dengan gaji yang cukup
untuk kebutuhan sehari-hari merupakan salah satu berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Antara pekerjaan dan keluarga kita harus bisa menjaga prioritasnya
masing-masing. Tapi kita
tetap harus Ingatlah kalau Tuhan selalu menjadi yang pertama (Prioritas Pertama), Setelah itu
keluarga, dan pastikan kalau bekerja ada di urutan terakhir.
Pekerjaan yang membuat kita punya sedikit waktu
dengan keluarga perlu menjadi pertimbangan. Sebab, kita tahu kalau sebuah
hubungan yang baik dijalin berdasarkan komunikasi. Ketidakhadiran kita di
tengah-tengah keluarga dapat merusak kedekatan kita dengan anggota keluarga
yang lain.
Jika saat
ini kita sedang berada suatu kondisi yang mengharuskan kita berada di dalam
tengah-tengah keluarga, berusahalan untuk berbicara kepada atasan atau pimpinan. Hal ini agar pihak perusahaan tahu kalau selain pekerjaan, keluarga juga
menjadi prioritas kita. Namun tentu
saja hal itu tidak mudah, ada atasan atau pimpinan yang tidak peduli dengan
urusan kita sebagai karyawan, entah itu keluarga atau yang lain. Waktu kerja ya
harus kerja! (Saat itulah saya ingin berbicara kotor) Uppss.. tidak boleh
berbicara kotor ya kawan.
Saat kita
sudah menjelaskan kepada pimpinan dan pimpinan memberikan izin kepada kita
apakah masalah itu selesai? Tentu saja masih belum, kemungkinan akan ada teman
kita yang iri hati dan yang akan menjelek jelekan kita atau membanding
bandingkan. Ribet ya? Dan itulah kenyataannya, saya sudah pernah mengalaminya.
Dan itulah
sebabnya yang harus jadi prioritas kita adalah Tuhan. Karna disetiap
permasalahan dan segala problema kehidupan kita, Tuhan akan selalu ada dan
menolong kita.
Mencari seorang penasihat
Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada harga
yang harus dibayar pada setiap keputusan yang kita ambil, tidak terkecuali
dengan pekerjaan. Saat kita berada dipersimpangan antara pekerjaan dan
keluarga, mintalah pendapat pasangan, atau orang yang jauh lebih bijaksana.
Yang terpenting, kita harus bisa meminta hikmat Tuhan agar bisa menentukan
pilihan yang paling tepat bagi kita.
Kalau perlu, ambillah waktu untuk berdoa dan
berpuasa. Libatkan pasangan kita atau sahabat yang kita pandang lebih bijaksana dalam hal ini. Dan Pastikan disetiap keputusan yang akan diambil nantinya telah mendapatkan
persetujuan dari pihak keluarga yang lain.
Mencari pilihan yang lain
Kalau kita memutuskan untuk berhenti dari
pekerjaan, bisa dipastikan pendapatan keluarga juga akan berkurang. Buatlah
sebuah perencanaan tentang hal ini sebelum akhirnya berhadapan dengan atasan
soal keputusan yang kita ambil.
Buatlah sebuah daftar anggaran yang perlu kita
penuhi berdasarkan penghasilan kita kalau memutuskan untuk berhenti bekerja.
Pertimbangkan setiap dampak buruk dan baiknya sewaktu kita mencari tuntunan tangan
Tuhan.
Bekerja merupakan salah satu panggilan Tuhan
dalam kehidupan kita sekaligus sarana untuk membawa kemuliaan bagiNya. Kita
tahu Tuhan itu adalah pribadi yang setia. Untuk itu, apapun keputusan kita,
pastikan kalau itu benar-benar adalah kehendak Tuhan.
Referensi : joe
dan crown.org


This post have 0 komentar
EmoticonEmoticon